Jabar24
27 Nov 2025, 15.25 WIB
Last Updated 2025-11-27T08:25:59Z
Berita DesaHeadline

Pekarangan Rumah Jadi Pilar Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga di Cianjur

Advertisement


CIANJUR — Membangun ketahanan ekonomi keluarga tidak selalu harus dimulai dari hal-hal yang besar dan rumit. Langkah kecil memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami aneka sayuran justru bisa menjadi pondasi yang kokoh untuk kemandirian pangan dan stabilitas ekonomi rumah tangga.

Filosofi inilah yang mendasari program evaluasi Kelompok Wanita Tani (KWT) yang digelar oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Cianjur di Aula Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kamis (27/11/2024). Kegiatan ini secara khusus mengevaluasi progres pembangunan rumah bibit dan pengembangan "pekarangan pangan lestari" yang diyakini sebagai pilar utama membangun kemandirian.

Sekretaris Dinas TPHPKP Kabupaten Cianjur, Ali, S.Hut., M.AP., dalam paparannya menekankan hubungan erat antara stabilitas ekonomi dan keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, banyak persoalan domestik berakar dari kondisi ekonomi yang belum mapan.

“Karena suatu keluarga itu disebut tangguh ketika ketahanan ekonominya bisa tercapai. Secara rata-rata, ekonomi yang tidak mapan banyak menimbulkan persoalan di rumah tangga, situasinya menjadi tidak membahagiakan karena kekurangan ekonomi,” ujar Ali.

Sebagai solusi yang praktis dan berkelanjutan, Dinas TPHPKP mendorong pemberdayaan ekonomi melalui sektor pertanian skala kecil dengan memaksimalkan pemanfaatan pekarangan.

“Konsep pekarangan pangan lestari yang kami maksud adalah memanfaatkan lahan-lahan yang kosong untuk ditanami komoditas pertanian, di antaranya sayuran yang berumur pendek,” jelas Ali.

Dengan model ini, setiap keluarga dapat memenuhi kebutuhan pangan harian secara mandiri, sekaligus menghemat pengeluaran.

“Sehingga, minimal ketika sebuah keluarga membutuhkan cabai, mereka bisa memetiknya dari pekarangan. Begitu pula dengan bawang dan sayur-sayuran lain. Mereka tidak perlu jauh-jauh pergi ke pasar, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri,” tambah Ali.

Pada kesempatan yang sama, Ali menyampaikan harapan besarnya agar KWT Desa Cijedil dapat menjadi pelopor dan percontohan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Cianjur. “Kami berharap KWT Cijedil ini dapat terus berkembang sehingga bisa menjadi model bagi desa lain,” ucapnya.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Desa Cijedil, Pudin. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi aktif warga, khususnya para ibu, untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan.




“Kami sangat mendukung program ini. Dengan menggerakkan ibu-ibu dalam KWT, kami yakin dapat menciptakan kemandirian pangan dan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga di tingkat desa yang paling dasar,” tegas Pudin.

Program pemanfaatan pekarangan sehat ini diharapkan tidak hanya menguatkan ketahanan ekonomi keluarga, tetapi juga menciptakan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. Pada akhirnya, langkah kecil yang dimulai dari pekarangan rumah ini diyakini akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cianjur secara keseluruhan.

Najib