Jabar24
10 Des 2025, 14.25 WIB
Last Updated 2025-12-10T07:25:38Z
DaerahRagam

Dari Lahan Terpadu di Cianjur, 3 Ton Cabai & Ekonomi Sirkular Menyapa: BUMDes Ini Cetak Kemandirian Desa

Advertisement

CIANJUR– Hanya dalam waktu delapan bulan beroperasi, BUMDes Bina Mukti Abadi di Desa Padaluyu, Cugenang, telah membukukan prestasi gemilang. Lahan terpadu seluas 1,2 hektar mereka telah menghasilkan 3 ton cabai keriting, didukung peternakan ayam petelur dan kolam lele. Inovasi siklus ekonomi melingkar ini tak hanya mendatangkan hasil finansial, tetapi juga menancapkan tonggak baru kemandirian ekonomi desa.

Hamparan hijau di ketinggian Padaluyu, Cianjur, kini menjadi bukti nyata pengelolaan pertanian yang cerdas dan berkelanjutan. Di bawah naungan BUMDes Bina Mukti Abadi Padaluyu yang mulai beroperasi April lalu, lahan seluas 1,2 hektar itu tak hanya menghasilkan cabai keriting yang telah dipanen hingga 15 kali, tetapi juga cabai rawit, tomat, dan bawang daun. Total produksi cabai keritingnya telah mencapai 3 ton.

Lukman Maulana, Direktur BUMDes, menjelaskan total lahan yang dikelola mencapai 3,5 hektar. "Untuk panen baru satu periode. Kalau cabai keriting kan panennya tidak sekaligus, mungkin itu sudah sampai 15 kali, kurang lebih sampai dengan beberapa hari yang lalu itu 3 ton," papar Lukman saat ditemui di lokasi, Selasa (9/12/2025).

Yang menjadikan BUMDes ini unik dan "sangat mantap" adalah penerapan model usaha terpadu (integrated farming). Di lokasi yang sama, berdiri kandang ayam petelur berkapasitas 1.000 ekor. Di bawah kandang, kolam ikan lele telah ditebari bibit sebanyak 200 kg. Inilah jantung dari ekonomi sirkular yang mereka bangun.

"Sistem ini saling menguntungkan. Kotoran ayam bisa diolah menjadi pupuk organik untuk menyuburkan lahan pertanian. Air dari kolam lele yang kaya nutrisi juga dapat dimanfaatkan untuk irigasi. Ini menekan biaya input secara signifikan dan menciptakan efisiensi yang luar biasa," jelas Lukman lebih lanjut.

Ia menambahkan, "Untuk pembesaran lele sementara ini kita sudah rencanakan di 200 kg. Mudah-mudahan BUMDes Bina Mukti Abadi Padaluyu ini bisa maju dengan maksimal."

Keberhasilan awal ini bukan sekadar angka di atas kertas. Lukman menegaskan bahwa tujuan utama BUMDes adalah membawa dampak langsung bagi masyarakat.
"Harapannya,ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan juga Pendapatan Asli Desa (PAD). Jadi nanti kalau memang berhasil maju, itu secara otomatis meningkatkan PAD desa," tegasnya.




Dengan panen yang terus bergulir dan model sirkular yang sudah terbukti efektif, BUMDes Bina Mukti Abadi Padaluyu tidak hanya menanam sayuran dan beternak. Mereka sedang menanam harapan baru untuk kemandirian, kesejahteraan, dan ketahanan ekonomi desa di jantung wilayah Cugenang, Cianjur. Inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan sumber daya desa secara kolektif dan cerdas dapat membuahkan hasil yang menjanjikan dan berkelanjutan.

Najib