Jabar24
7 Des 2025, 20.42 WIB
Last Updated 2025-12-07T13:42:42Z
Ragam

Rp292 Juta untuk Kemandirian Pangan: BUMDes Sarampad Gelar Gerakan Tani-Ternak Terintegrasi, Libatkan Seluruh Elemen Desa

Advertisement


CIANJUR – Sebuah langkah strategis dan nyata menuju kemandirian pangan serta ekonomi desa diluncurkan di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Samarata Sarampad menggelar sosialisasi dan penanaman perdana Program Ketahanan Pangan Terpadu, Minggu (7/12/2025), dengan mengusung semangat "Kolaborasi, Inovasi, dan Dedikasi Untuk Kemajuan Desa".

Program yang menelan investasi hingga Rp 292.000.000 ini dirancang sebagai usaha terintegrasi yang mengolaborasikan sektor pertanian sayuran, peternakan ayam petelur, dan perikanan. Tujuannya jelas: menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan dan menjamin ketersediaan pangan sehat berbasis desa.

"Acara hari ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah titik awal komitmen nyata kami untuk membangun kemandirian ekonomi desa dari akar rumput. Program ini tentang membangun ekosistem usaha yang solid, di mana hasil dari satu sektor bisa mendukung sektor lainnya," tegas Adi Mulyadi, Direktur BUMDes Samarata Sarampad, dengan penuh semangat.

Rincian Program Fase Pertama:
Program perdana ini difokuskan pada tiga aktivitas inti yang saling terkait:

1. Pertanian Sayuran Bernilai Tinggi: Memanfaatkan lahan seluas ± 4.000 m² untuk budidaya Bawang Daun dan Cabai Keriting, komoditas dengan pasar yang stabil dan harga kompetitif.
2. Peternakan Ayam Petelur Modern: Sebanyak 500 ekor ayam petelur akan dipelihara dalam kandang modern berukuran 108 m². Telur yang dihasilkan akan menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) yang kontinyu.
3. Diversifikasi Pangan Hewani: Sebanyak 2 kuintal bibit lele dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi dan pengenalan budidaya mandiri.

Acara simbolis penanaman bibit dan peletakan batu pertama kandang ayam berlangsung meriah, dihadiri oleh seluruh elemen pemangku kepentingan desa. Turut hadir Dadan Suhendi (Sekretaris Desa Sarampad), Babinsa, Sekretaris BPD Firman Muhsin, Pendamping Desa serta seluruh Ketua RT dan RW se-Desa Sarampad. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kolektif yang kuat.

"Sinergi seperti ini yang kami tunggu. Kolaborasi antara perangkat desa, BUMDes, BPD, dan tokoh masyarakat adalah kunci sukses mutlak. Pemerintah desa berkomitmen penuh mendukung setiap inovasi untuk memajukan Sarampad," ungkap Dadan Suhendi mewakili pemerintah desa.

Untuk meminimalisir risiko dan memastikan keberhasilan teknis, program ini akan mendapatkan pendampingan intensif dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Cugenang. Pendampingan mencakup aspek budidaya, manajemen penyakit, hingga pemasaran.

Sekretaris BPD Firman Muhsin menambahkan, "Program ini harus menjadi pilot project yang sukses. Harapannya, selain menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan warga, gerakan ini bisa menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di Kabupaten Cianjur dalam membangun ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan."

Dengan kolaborasi yang solid dan perencanaan yang matang, Program Ketahanan Pangan BUMDes Samarata Sarampad tidak hanya berpotensi menyediakan pangan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi desa dari hulu ke hilir, mewujudkan kemandirian yang sesungguhnya.

Najib